Pentingnya Belajar Cyber Security Bagi Gen Z dan Milenial

Pentingnya Belajar Cyber Security Bagi Gen Z dan Milenial

pentingnya belajar cyber security bagi gen z dan milenial

Diskomsantik – Perkembangan internet dan teknologi digital di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Pandemi Covid-19 adalah triggernya.

Dibatasinya pertemuan langsung, tak pelak membuat internet dan teknologi yang menyertainya menjadi sangat vital. Namun ada satu hal penting yang juga tak boleh terlewatkan dari pertumbuhan internet dan penggunanya, yaitu keamanan siber.

Keamanan siber atau cyber security adalah upaya untuk melindungi informasi pada sebuah sistem dari serangan siber atau Cyber Crime.

Saat ini berbagai serangan siber seperti DDOS (serangan yang merusak jaringan dan manipulasi sistem), malware, virus dan sebagainya makin marak terjadi, sehingga peran keamanan siber termasuk sumber daya manusia di bidang itu pun menjadi sangat penting

 

Dibutuhkan Pemerintah

Supply dan Demmand itu ibarat konstanta, dalam dunia keamanan siber, permintaan tenaga untuk mengamankan sistem di pemerintah sangat tinggi, namun tidak banyak orang yang menguasai bidang ini.

Langkanya ketersediaan berimplikasi pada tingginya daya tawar. Buat kamu yang kini merasa jago dalam keamanan siber, bisa dikatakan ini adalah momentumnya.

Dorongan pemerintah terhadap aparaturnya di berbagai level soal penggunaan teknologi internet sangat tinggi, terutama untuk meningkatkan kecepatan pelayanan kepada masyarakat.

Para aparatur juga dituntut untuk melakukan berbagai inovasi dalam pelayanan, termasuk melalui teknologi internet berbasis website dan android.

Namun, semua itu tak akan berjalan maksimal tanpa adanya sistem keamanan siber yang tangguh.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap keamanan siber juga tidak mungkin dapat melayani pemerintah baik pusat maupun daerah dengan cepat, meningat fasilitas dan kuantitas SDMnya yang terbatas.

Sementara di lembaga lain, baik di pusat maupun daerah tidak banyak ASN yag menguasai bidang ini.

Ada peluang besar buat kamu yang mengusai kemanan siber – meski tak harus jadi ASN – untuk berkiprah dan membantu negara.

Swasta Berani Bayar Mahal

Buat kamu yang merasa ribet jika harus berurusan dengan pemerintah, karena banyak embel-embel administrasi ini dan itu, tidak ada salahnya kamu bekerja di sektor swasta.

Sektor ini butuh tenaga kemanan siber untuk menjamin data-data rahasia perusahaan aman dari serangan pihak yang tak bertanggungjawab.

Kemudian tingginya gairah masyarakat di dunia online, menuntut perusahaan yang bergerak di sektor itu seperti sosial media atau marketplace online mengetatkan pagar keamanannya.

Dimasa pandemi covid-19 sudah ada beberapa perusahaan yang jadi korban kejahatan siber, dari marketplace besar hingga sosial media kelas dunia.

Sektor swasta biasanya memiliki apresiasi dan salari yang tinggi untuk pekerja keamanan siber, mengingat kontribusinya untuk perusahaan.

Dikutip dari Payscale, gaji untuk profesi di bidang arsitektur keamanan siber mencapai 1,7 miliar per tahun, kemudian untuk analisis keamanan big data sektiar 1,6 miliar per tahun.

 

Keamanan Siber, Belum Banyak Ahli

Saat ini beberapa kasus serangan siber yang terjadi di Indonesia tidak mampu diselesaikan dengan cepat, karena kurangnya tenaga ahli di bidang ini.

Untuk memenuhi kebutuhan kemanan siber perusahaan ditambah pemerintah Indonesia butuh ribuan tenaga ahli di bidang ini. Mungkin kamu bisa menjadi salahsatunya.

Bug Bounty

Buat kamu yang mau jadi self worker, dan kamu menguasai soal siber security, kamu bisa masuk ke profesi ini.

Bug Bounty adalah pekerjaan dimana orang meneliti bug atau celah keamanan pada perusahaan teknologi, dan bila laporannya diterima perusahaan tersebut maka akan mendapat imbalan, biasanya jumlahnya sangat besar.

Google, Apple, Facebook dan perusahaan teknologi besar lainnya adalah sasaran buat kamu jika menguasai ilmu keamanan siber, perusahaan tu terbukti beberapa kali membayar bug bounty dengan jumlah sangat besar.

Sumber: esnbanten. alasan mengapa kamu harus belajar kemanan cyber

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.